Untuk mencegah merebaknya konflik sosial antar umat beragama yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di wilayah di Murung Raya, Kapolres Murung Raya AKBP Esa Estu Utama mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk berdiskusi secara langsung guna menciptakan wilayah Murung Raya yang bebas dari konflik.

Bertempat di Gedung GPU (Gedung pertemuan umum ) Kabupaten Murung Raya pada hari Jumat, 2 Maret 2018 pukul 09.00 WIB, Kapolres mengajak para tokoh-tokoh yang dituakan dalam agamanya untuk berdiskusi guna mencari solusi dan langkah-langkah yang dapat di ambil dalam mencegah timbulnya gesekan sosial di lingkungan masyarakat.

Acara yang dihadiri oleh Dandim, Kapolri serta Bupati Murung Raya yang diwakili oleh Setda, Kepala Kementrian Agama, beberapa tokoh Agama serta tokoh masyarakat yang berada di Kabupaten Murung Raya, membahas tentang arti penting kerukunan umat beragama dalam menjalin silaturahmi, untuk dapat menciptakan situasi aman bagi masyarakat Murung raya.

Pada kesempatan itu Kapolres Murung raya AKBP Esa Estu Utama menyampaikan “bahwa negara Indonesia merupakan negara yang penuh dengan keanekaragaman diantaranya adat, agama, budaya dan segi sosial lainnya, namun dengan dasar Pancasila sebagai ideologi negara tentunya dapat menjadi simbol pemersatu bangsa yang disemboyankan oleh Bhineka Tunggal Ika yaitu “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Yang pada dasarnya setiap warga negara Indonesia berhak dan bebas memilih Agamanya sesuai keyakinan masing-masing. Oleh karena itu, kerukunan umat Beragama di lingkungan Kabupaten Murung raya harus dapat tercipta untuk dapat mencegah terjadinya gesekan-gesekan sosial antar warga masyarakat dengan masyarakat lainnya sehingga tidak akan timbul adanya korban jiwa”.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolres berpesan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat agar saling menghargai dan menghormati serta bersama-sama menjaga kerukunan dan perdamaian di wilayah Kabupaten Murung Raya. Hal tersebut ditandai dengan adanya penandatangan MOU (kesepakatan bersama antar tokoh-tokoh agama dan masyarakat) agar tetap menjalin silaturahmi antar umat beragama. (DISKOMINFO SP)